Peringatan Detik-detik Proklamasi ke 64 Republik Indonesia di Provinsi Bengkulu.

Bengkulu.170809 - Detik-detik proklamasi pukul 10.00 WIB yang diperingati di halaman Gedung Daerah Provinsi Bengkulu, Senin (17/8) kemarin berlangsung khidmat. Bertindak selaku inspektur upacara Gubernur Bengkulu H. Agusrin M. Najamudin, ST. sementara teks proklamasi dibacakan Ketua DPRD Provinsi, Drs. Suardi Bahrun, SH.

Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih yang tergabung dalam kelompok 17, kelompok 8, dan kelompok 45. Pasukan kelompok 17 dan 8 yang terdiri dari siswa-siswi terpilih dari pelajar se-Provinsi Bengkulu, Sedangkan Pasukan 45 terdiri dari gabungan TNI AD, TNI AL (Lanal Bengkulu), dan Polri.

Adapun Komandan Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih pada Upacara Penaikan Bendera Merah Putih pada Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi di Provinsi Bengkulu adalah Kapten Inf Sobari, yang bertindak sebagai Komandan Pasukan 45 adalah Letda Laut (PM) Siswanto, SH yang sehari-hari menjabat sebagai Danpomal Lanal Bengkulu. Sedangkan Lettu Laut (S) Eka Yhuda P. Lulusan Akademi Militer Laut ini adalah sebagai Komandan Pasukan Penurunan Bendera Merah Putih.

Hadir dalam upacara tersebut Wakil Gubernur Bengkulu H. M. Syamlan, Lc, Kapolda Bengkulu Brigjend. Pol. Drs. Ruslan Riza, Danrem 041 Gamas Kol. Inf. Tarwin, Danlanal Bengkulu Letkol Laut (P) Sukrisno, ST, Sekprov Drs. H. Hamsyir Lair, Ketua Pengadilan Tinggi (PT) I Made Gusti Antara, SH, Rektor Unib Zainal Mukhtamar, PhD.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Agusrin berpesan agar masyarakat Bengkulu makin giat bekerja dan giat membangun Bengkulu. Bagaimanapun, meraih kemerdakaan tidaklah mudah. Sebagai generasi penerus, maka kini saatnya meneruskan perjuangan dan dituntut untuk bekerja keras.

Agusrin juga mengajak seluruh masyarakat Bengkulu agar membangkitkan kembali semangat kebangsaan yang mulai pudar. Padahal semangat kebangsaan menjadi dasar yang kokoh bagi terjaganya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, upacara memperingati Proklamasi Kemerdekaan yang selalu dilaksanakan tiap tahun, hendaknya bukan hanya seremonial, sekadar mengenang jasa pahlawan. Lebih dari itu adalah bagaimana caranya seluruh elemen bangsa dapat ikut terlibat dan merasakan makna pembangunan yang kita lakukan dalam mengisi kemerdekaan ini.

“Melaksanakan pembangunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah suatu keharusan yang mesti dilakukan terus-menerus, berkesinambungan dan tanpa henti. Kita sebagai generasi penerus, baik sebagai individu, warga negara maupun masyarakat dan bangsa, memiliki kewajiban dan tanggung jawab menunaikan tugas tersebut,” katanya.